Puisi mengenai dunia maya bungkam anak-anak.
Gulali Kopi Hitam
Prok.. prok.. hore
Prak.. prak.. hore, satu
dua ti... ga
Satu dua ti... ga, kamu
jadi
Awas... Satu dua ti...
ga, jadi lagi
Kamu jadi...
Alir bening dua bola
mata
Bulat rapat mengumpat,
sayup-sayup bercakap
Kanan kiri kau kena
lagi, atas bawah kau ku panah
Jadi lagi...
Awas,Satu dua ti...
ga... ya jadi lagi
Sayup-sayup bola mata,
kini dibatasi dua lensa
Kau kena lagi!
Tutup rapat atap, tatap
dua lensa
Kanan kiri genggam
sendiri-sendiri
Tak lagi lari-lari,
kini kau kunyah sendiri
Dua lensa rampas tuntas
Satu, dua, tiga tembang
dolanan menyeramkan
Satu, dua, tiga tak
berdiri lagi
Satu, dua, tiga tak adu
strategi lagi
Satu, dua, tiga lirih
sendiri-sendiri
Aku hanya tunduk diri,
tak perlu berlari lagi
Tiada lagi tepukan
solidarisasi, dua lensa menebar diri
Manis lari manis pagi,
tunduk diri menikmati
Gigit gulali pahit,
gigit gulali sengit
Dua lensa sarapan pagi,
makan senapan bocah-bocah
Dua lensa hapus dahaga,
minum kersamaan bocah-bocah
Tidak ada komentar