Header Ads

Header ADS

Kisah Sukses Anak Bangsa



Ayo Pulang
(untuk anak bangsa di jalur luar Indonesia)
Merdeka... merdeka... merdeka. Indonesia jaya melimpah segala adidaya di benakmu. Indonesia adalah negara yang kekal segala sumber daya. Sumber daya manusia di Indonesia sangat luar biasa. Khususnya para anak bangsa. Mereka sebagai regenerasi pengolah bangsa. Entah menjadi apa, tangan emasnya menghardik akalnya untuk kejayaan bangsa. Suksesnya mereka belum menentukan keadaan bangsa. Apalagi suksesnya bangsa tidak dapat dikatakan sebagai penentu kesuksesan mereka. Kebahagian dan kebersamaan saling terjaga. Agar clurit, tombak dan sampit kekal di simpananya.
Anak bangsa sebagai titipan dari tuhan dilimpahkan di dunia. Membangun dan menjadikan bangsanya lebih baik. Setiap anak memiliki karakter yang berbeda. Tidak semua anank bangsa mau dan mampu memikirkan serta merubah bangsanya. Terkadang mereka hanya mau dan mampu menerima hak. Mereka tidak memperdulikan kebajiban. Justru mereka mengusut haknya saja. Meskipun beberapa kesuksesan sudah diraih anak bangsa. Beberapa kesuksesan mera raih di negara lain menitih seperti pak Habibie. Namun kesetiaan mereka tidak seperti pak Habibie. Sama-sama suksesnya tetapi cintanya berbeda.
Sukses... kesuksesan... dimana? Dunia atau akhirat? Sebagai anak bangsa yang menuju sukses. Sukses menjadi impian semua manusia kecuali yang gila sukses. Suksesnya anak tergantung pada kemampuannya sendiri. Meskipun faktor luar juga berpengaruh. Menjadi sukses tidak semudah mengedipkan mata. Jika semua syaraf tidak bersinergi maka tidak akan berkedip. Indonesia memiliki banyak anak bangsa. Beberapa diantaranya mencapai kesuksesan di luar negeri setelah berkantong ilmu murni. Mereka menjelajahi jejak pak Habibie. Sayangnya dari berbagai anak bangsa yang sukses tidak semua kembali ke rumahnya. Walaupun di rumahnya sudah ada anak bangsa yang mau membagikan karyanya untuk generasi berikut. Bagaimanapun alasannya, jika rasa cintanya kekal. Haruslah mereka pulang kerumahnya. Mengapa mereka tidak ingin mendekap cintanya lagi. Inikah sejatinya belaian cinta seorang anak terhadap bunda pertiwi.
K-Pop... instan... sosmed. Semua merajalela di benak anak bangsa. Namun, tidak semua anak bangsa dipengaruhi. Anak bangsa memiliki pendirian yang unik dan berbeda-beda. Berawal dari zaman tradisional sampai moderen. Semakin bebasnya menjelajah dunia, membengkak kebebasan para anak bangsa. Serasa mereka lenyap dari pagar sebagai benteng aksinya. Berada di negara demokrasi dengan kebebasan berseru dan berpendapat. Sangatlah cocok untuk anak bangsa yang jatuh cinta pada kebebasan. Namun beberapa anak bangsa ada yang kurang tepat dalam menjodohkan kebebasan. Karakter mereka membentuk hal yang kontras terhadap bangsanya. Tidak ada kesatuan yang seimbang dan ketimpangan berbanjar. Ada hitam, putihpun berseru. Seperti karakter lukisan arang. Degradasi sosial, budaya, dan moral menjadikan mutu anak bangsa cermin lebam.

Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dalam seluruh kegiatan anak bangsa. Sehingga anak bangsa memiliki mutu yang sempurna dan menuai kesuksesan untuk dirinya serta tubuh bangsa. Tidak mudah dan rumit untuk merubah belum apa-apa menjadi apa. Meskipun kepercayaan mukjizat itu ada. Perjuangan yang besar dengan proses pengulangan untuk menuai kesuksesan. Berdoa saja tidak cukup,apalagi mencukupi mungkin hanya memenuhi. Sudah banyak prestasi dan kesuksesan yang diraih anak bangsa.
Dengan demikian, seharusnya tidak hanya simpati dan empati dilaksanakan. Suri tauladan harus ditegakkan dalam langkah aksi menuju reaksi anak bangsa yang jaya. Indonesia sebagai benua maritim dengan segala kekayaannya itu mempunyai potensi sama dengan negara seperti Amerika atau pun Eropa. Untuk membangun peradaban Indonesia masa depan harus ada sinergi antara kebudayaan, agama, ilmu pengetahuan dan teknologi. Maka harus dipersiapkan sebagai landasan yang kuat adalah pendidikan agar sumber daya manusianya menjadi berkualitas. Beberapa kisah sukses dan perjuangan anak bangsa di negara lain :
1.   Prof Nelson Tansu, PhD- Pakar Teknologi Nano dan Profesor Muda
Teknologi nano adalah kunci bagi perkembangan sains dan rekayasa masa depan. Inovasi-inovasi teknologi Amerika, yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari seluruh orang di dunia, bertopang pada anak anak muda brilian semacam Nelson Tansu. Nelson, misalnya, mampu memberdayakan sinar laser dengan listrik superhemat. Sementara sinar laser biasanya perlu listrik 100 watt, di tangannya cuma perlu 1,5 watt.
2.      Andrivo Rusydi: Koki Teknologi Nano
Pemuda 33 tahun ini mesti wira wiri antarbenua sepanjang tahun untuk menjalani riset-risetnya di bidang teknologi nano. Ia memang salah satu dari sedikit anak bangsa negeri ini yang menguasai teknologi pengontrol skala atom dan molekul itu. Sebuah keahlian yang terutama banyak dibutuhkan di negara maju.

3.      Dr Warsito P. Taruno: pemilik Edwar Technology
Robot itu bernama Sona CT x001. Di sebuah jendela ruko di perumahan Modernland, Tangerang, robot yang dibekali dua lengan itu sedang memindai tabung gas sepanjang 2 meter. Di bagian atas robot, layar laptop menampilkan grafik hasil pemindaian. Selasa dua pekan lalu itu, Sona buatan Ctech Labs (Center for Tomography Research Laboratory) Edwar Technology sedang diuji coba. Alat ini sudah dipesan PT Citra Nusa Gemilang, pemasok tabung gas bagi bus Transjakarta. “Di dalam ruko tidak ada tempat lagi untuk menyimpan Sona dan udaranya panas,” kata Dr Warsito P. Taruno, pendiri dan pemilik Edwar Technology.
4.      Johny Setiawan, Ph.D - Penemu Planet Pertama dan Bintang Muda
Johny Setiawan membuat mata dunia tercengang dengan penemuan planet pertama yang mengelilingi bintang baru TW Hydrae.Penemuan itu sangat spektakuler karena dari 270 planet di luar tata surya yang telah ditemukan astronom dalam 12 tahun terakhir, tak satu pun planet yang muncul dari bintang muda.Johny yang memimpin tim peneliti di Max Planck Institute for Astronomy (MPIA), Heidelberg, Jerman itu menemukan planet pertama yang disebut TW Hydrae b dan bintang baru TW Hydrae dengan menggunakan teleskop spektrograf F EROS sepanjang 2,2 meter di La Silla Observatory, Chile.
5.      Kendro Hendra - Pencipta Setting Wizard di Nokia
Kendro Hendra, pria kelahiran Palembang, 31 Desember 1955, orang Indonesia yang mampu menciptakan aplikasi peranti bergerak yang memungkinkan sebuah ponsel lebih bermakna dan bergaya. Sarjana Ilmu Komputer dari University of Manitoba, Kanada, ini telah mencipta puluhan aplikasi peranti lunak untuk membuat ponsel memiliki kelebihan. Jika sulit membayangkan aplikasi peranti lunak, bayangkan seseorang yang menciptakan permainan (games) yang ditanamkan pada ponsel. Ponsel itu pun akan memiliki fitur lebih dibandingkan ponsel lainnya.
6.      Joe-Hin Tjio - Sang Penemu 23 Kromosom
Siapa sangka seorang ilmuwan dari Indonesia ternyata berperan penting dalam perkembangan bioteknologi khususnya genetika. Dia bersama koleganyalah yang menemukan dan memastikan bahwa kromosom manusia berjumlah 23 pasang, padahal sebelumnya para ilmuwan meyakini bahwa jumlah kromosom manusia adalah 24.
7.      Prof Dr. Ing BJ Habibie - Pemegang 46 Paten di bidang Aeronautika
Prof. Dr.-Ing. Dr. Sc. H.C. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie lahir tanggal 25 Juni 1936 di Parepare, Sulawesi Selatan Indonesia. Anak ke empat dari delapan bersaudara dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardoyo. Dia hanya satu tahun kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) karena pada tahun 1955 dia dikirim oleh ibunya belajar di Rheinisch Westfalische Technische Honuchscule, Aschen Jerman.
Apakah saya kisah selanjutnya??? Indonesia rasa, indah segalaya gaya meluap di muka rumah. Itulah kisah juang anak bangsa yang luar biasa. Tanpa menunggu pacuan dari pemimpin anak bangsa bisa. Mereka menjadi inovasi penjuru dunia. Penemuannya menjadi lapis legit untuk negara lain. Sayangnya hanya beberapa yang kembali ke Indonesia. Mereka sukses di negara lain, agar regenerasi memiliki jaringan bekerjasama dengan berbagai negara. Lihat saja kisah pak Habibie yang kembali ke pelepah cintanya. Memadukan dirgantara Indonesia dengan N250 dan kini kembali bersama putranya Ilham menunggu terbang R80. Satu dari secuil inovator muda saja menjadikan tombak emas. Coba banyangkan jika semua inovator jenius kembali ke rumah. Namun tragedi cinta uang lebih menarik dari pada cinta bangsanya.
Ayo pulang... mereka tidak akan pulang dengan berbagai alasan. Menunggu pemerintah mencarinya, fasilitas komplit terbuka tanpa perut melilit, dan apresiasi bangsa terhadap karya anak bangsa hanya kedipan mata. Berbagai alasan yang membuat mereka enggan kembali ke rumah. Pemerintah mengobati tubuhnya saja masih carut-marut. Kok memanggil mereka yang tidak beranjak pulang. Apabila cinta terikat kuat. Alasan apapun yang membendungmu,  jiwamu  pasti ingin pulang. Suksesmu saja tidak direkam pemerintah. Mana mungkin kamu diperhatikan untuk selanjutnya. Jika kamu ingin memperhatikan rumahmu, pemerintah pasti acungkan jemari emas untukmu. Apresiasi yang diberikan hanya tropi, selembar kertas ditambah tanda tangan, dan uang tidak ternilai. Setelah itu terserah kamu, entah kau rajut atau kau ekspor nanomu pemerintah berlaga tidak tahu. Namun setelah nanomu menjamah dunia dan menjadi topik utama pemerintah berlaga pasrah. Buruknya bangsamu hanya ingin menemukan tanpa banyak pengeluaran

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.